sesuai dengan ketentuan tentang persyaratan bahan tambahan yang berlaku di bidang pangan.3.2. Cara Pembuatan Cara pembuatan harus menguraikan tahap demi tahap mulai dari penimbangan bahan baku sampai dengan pengemasan terakhir. Kontrol selama proses produksi( in process control): Sebelum pencetakan sediaan setengah padat perlu diterangkan jumlah bahan yang diperoleh setelah selesai pengadukan atau pencampuran (pembuatan adonan); Selama pencetakan sediaan setengah padat perlu diterangkan mengenai persyarata
bobot, pengontrolan dilakukan secara berkala; Setelah selesai pencetakan dan pengemasan sediaan setengah padat perlu diterangkan jumlah hasil yang diperoleh
Pastiles ra pembuatan diterangkan mengenai derajat halus dari baku (sebutkan nomor mesh), cara dan
pencampuran jenis bahan tambahan yang digunakan, cara n dalam wadah, bobot tiap wadah. Kontrol selama roduksi (in process control):
3.2. 3.3. n keseragaman 3.4. setiap kali pembuatan. 4. Pada ca bahan waktu pengisia proses p belum pencetakan pastiles perlu diterangkan jumlah berkala; 5. et Pada bahan- an, serta cara a suplem basah engeringan beserta suhu pengeringan t basah dan kering, suhu dan kelembaban udara dalam 4.1. Sebahan yang diperoleh setelah selesai pengadukan atau pencampuran (pembuatan adonan). 4.2. Selama pencetakan pastiles perlu diterangkan mengenai persyaratan keseragaman bobot, pengontrolan dilakukan secara
4.3. Setelah selesai pencetakan dan pengemasan pastiles perlu diterangkan jumlah hasil yang diperoleh setiap kali pembuatan.
Tabl cara pembuatan diterangkan mengenai pencampuran bahan kepekatan musilago yang digunak
mencmpurkan atau melarutkan pengawet dalam masa en makanan, ayakan (nomor mesh) untuk granulat dan kering, lama p
granula
ruangan mesin tablet serta ruang pengemasan pada pembuatan tablet tertentu, dan apakah pada waktu mengemas ditambah zat penyerap air. Untuk bahan utama berupa ekstrak yang dibuat sendiri perlu dijelaskan cara penyarian yang
dilakukan (misal maserasi, perkolasi, digesti), cairan penyari yang digunakan, lama penyarian, alasan pemilihan larutan penyari. Untuk bahan utama berupa ekstrak impor harus disertakan nomor pendaftarannya. Selain hal tersebut diatas, khusus pada pembuatan tablet bersalut gula atau selaput perlu ditambahkan keterangan mengenai suhu dan banyak larutan penyalut serta interval waktu tiap penambahan suhu dan waktu tiap tingkatan yakni tingkatan lapisan dasar (undercoating), lapisan subcoating, pewarna (translucent), lapisan terakhir (polishing), suhu dan waktu mengaliri udara panas/kering setiap dilakukan; khusus spray coating, harus diterangkan tekanan udara/compressor untuk spray tersebut; penyimpanan dan pengemasan dalam wadah akhir apakah ditambah zat penyerap uap air. Kontrol selama proses produksi( in process control): 5.1. Sebelum dicetak menjadi tablet perlu diterangkan berat granulat kering yang diperoleh kadar air dalam granulat kering; 5.2. Selama dicetak menjadi tablet perlu diterangkan persyaratan mengenai bobot rata-rata tiap tablet, waktu hancur tiap ta
secara berkala; Setelah dicetak atau disalut perlu diterangkan persyaratan mengenai ke
hancur, kualitatif dan kuantitatif bahan utama, Isi tiap wadah akhir, kebocoran wadah serta jumlah hasil yang diperoleh setiap kali pembuatan
Pada ara pembuatan diterangkan mengenai suhu dan aban udara dalam ruangan pengisi kapsul, bobot rata- kapsul, apakah dalam pengemasan kedalam wadah itambah zat penyerap uap air. Untuk bahan utama ekstrak yang dibuat sendiri perlu
penyarian yang dilakukan (m
cairan penyari yang digunakan, lama penyariar5 alasan pemilihan larutan penyari. Untuk bahan utama berupa ekstrak impor harus disertakan nomor pendaftarannya. Kontrol selama proses produksi( in process control); 6.1. Sebelum pengisian kapsul perlu diterangkan persyaratan mengenai bahan utama, homogenitas, dan kadar air;
blet, pengontrolan dilakukan 5.3. seragaman bobot, waktu 6. Kapsul c kelemb rata tiap akhir d berupa dijelaskan cara isal maserasi, perkolasi, digesti),
6.2. Selama pengisian kapsul perlu diterangkan persyaratan mengenai bobot rata-tata isi tiap kaps
pengontrolan dilakukan secara berkala; Setelah selesai pengisian kapsul perlu diterangkan persyaratan
kapsul, waktu hancur, kualitatif dan kuantitatif bahan utama, kadar air, kebocoran wadah serta jumlah hasil yang diperoleh setiap kali pembuatan. C
emulsi dan suspensi Pada cara pembuatan diterangkan mengenai cara-cara melarutkan bahan; cara mereaksikan bahan-bahan (bila diperlukan); penyaringan larutan bobot atau volume tiap wadah. Kontrol selama proses produksi (in process contro[) sebelum pengisian ke dalam wadah dan setelah penyaringan perlu diterangkan persyaratan mengenai PH, kekentalan., homogenitas kadar alkohol (bila digunakan pelarut alkohol), kebocoran wadah serta jumlah hasil yang diperoleh setiap kali pembuatan. Ditetapkan di : JAKARTA Pada tanggal : 2 Maret 2005 KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
ttd
ul, waktu hancur, 6.3. mengenai keseragaman bobot rata-rata airan, larutan, H. SAMPURNO Lampiran 3 Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan R I Nomor : HK.00.05.41.1381 Tentang: Tata Laksana Pendaftaran Suplemen Makanan __________________________________________________
INFORMASI MINIMAL YANG HARUS DICANTUMKAN Informasi yang dicantumkan l Brosur
PADA RANCANGAN KEMASAN
harus Pembungkus/ Bungkus luar Etiket Strip/ blister Catch cover/ Boto
amplop